Bra Penampung ASI, Inovasi Anak Negeri

Bra-Penampung-ASISelama ini para ibu menyusui kerap direpotkan dengan air susunya yang menetes tak sengaja. Beberapa ibu dengan ASI yang melimpah, kerap harus memakai penyumpal di bra. Hal ini semata agar air ASI tidak membasahi bajunya. Masalah yang sering dilihatnya sehari-hari, dengan jeli dicarikan solusi oleh Devika Asmi Pandanwangi. Ia mencoba membuat bra penampung ASI. Ia pun meraih medali perak untuk penemuannya itu di International Exhibition For Young Investors 2013 di Malaysia.

Siswa SMAN 6 Jogjakarta ini, melakukan uji coba penemuannya ini kepada ibunya sendiri. Saat menyusui adik Devika tahun lalu, ia meminta ibunya untuk menguji penemuannya. Dari sang ibulah, Devika menemukan kekurangan di sana-sini. Masalah kurang nyaman, pilihan bahan atau kurang pas di tubuh pun disempurnakan oleh Devika.

Cara kerja bra penampung ASI ini cukup sederhana, bahannya pun cukup terjangkau namun manfaatnya untuk para ibu sangat besar. Betapa tidak. ASI yang kerap menetes tak sengaja itu seringkali meninggalkan noda di pakaian dan membasahi bra dan pakaian ibu. Saat ibu beraktivitas, tentu hal ini sangat menganggu. Padahal di lain pihak, ASI yang terbuang percuma ini sangat berharga bagi bayi. Devika dengan penemuannya ini, memberikan solusi yang menguntungkan baik bagi ibu maupun bayi.

Devika mengaku hanya membutuhkan dana sebesar 200 ribu untuk membuat alat ini. Seperti halnya bra menyusui, bra buatan Devika juga bisa dibuka tutup untuk menyusui. Bedanya, ada tambahan kap yang terbuat dari silikon yang dicampur plastik. Dari kap ada sambungan selang hingga ke sebuah kantong alumunium.  Jika ASI ibu menetes, air ASI akan melewati kap menuju selang dan tertampung ke kantong alumunium foil yang dipasang di perut. Karena terbuat dari alumunium foil, air ASI yang tertampung, akan tetap hangat karena alumunium foil bisa menyimpan panas tubuh. Setelah ASI dikeluarkan dari kantong, bisa diberikan kepada bayi atau disimpan dalam kulkas. ASI yang dikeluarkan dari kantong, bisa bertahan selama 3 sampai 4 jam. Setelah itu, ASI sudah tidak baik dikonsumsi bayi dan dibuang dikotak sampah.

Selain mendapat medali perak, Devika juga mendapatkan penghargaan khusus dari peserta Negara Vietnam dengan Special Award Best Inventor. Penghargaan diberikan kepada Devika atas penemuannya yang unik sekaligus bermanfaat.

Comments

comments

admin Written by:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *