Skena musik independen Bogor kembali menghadirkan nama baru yang menarik perhatian. FRESHLEMON, unit musik alternatif yang terbentuk pada 2023, hadir dengan karakter yang menggabungkan nuansa melankolis, hangat, dan atmosferik.
Band yang beranggotakan Nikei (vokal), Dewa dan Farabi (gitar), Faras (bass), serta Raidan (drum) ini menawarkan pendekatan bermusik yang tidak hanya bertumpu pada melodi, tetapi juga pada bagaimana sebuah lagu dapat membangun suasana dan emosi bagi pendengarnya.
Nama FRESHLEMON sendiri lahir dari sebuah momen yang cukup spontan. Ketika para personel sedang mencari nama untuk band mereka, sebuah totebag milik teman yang kebetulan melintas justru menjadi inspirasi. Nama tersebut kemudian dipilih dan melekat hingga menjadi identitas yang mereka bawa dalam perjalanan bermusik.
Secara musikal, FRESHLEMON mengeksplorasi karakter suara melalui distorsi gitar yang lembut, permainan ambient, efek reverb dan delay, serta vokal yang mengalir di antara lapisan instrumen. Hasilnya adalah musik dengan ruang suara yang luas dan atmosfer yang kuat.
Pendekatan tersebut membuat musik FRESHLEMON terasa seperti sebuah perjalanan suasana. Ada kesan tenang dan hangat, tetapi di saat yang sama tersimpan nuansa sendu yang memberikan ruang bagi pendengar untuk menafsirkan musik mereka secara personal.
Perjalanan FRESHLEMON kemudian memasuki fase penting pada 2025 ketika mereka merilis single perdana berjudul “Es Krim”. Lagu ini ditulis oleh mantan personel FRESHLEMON, Ryandra Natasukarya.
Dengarkan musik FRESHLEMON di Spotify:
Di balik judulnya yang terdengar sederhana dan ringan, “Es Krim” justru membawa cerita tentang kehilangan. Lagu tersebut menggambarkan perasaan ketika seseorang yang begitu berarti pergi, meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi oleh siapa pun.
Cerita tersebut diterjemahkan FRESHLEMON melalui aransemen yang atmosferik. Lapisan gitar, permainan instrumen yang dinamis, serta karakter vokal yang melayang berpadu untuk memperkuat rasa rindu dan kesepian yang menjadi bagian penting dari lagu.
“Es Krim” sekaligus menjadi langkah awal FRESHLEMON dalam memperkenalkan identitas musikal mereka kepada publik. Alih-alih mengejar formula yang sederhana, mereka memilih membangun karakter melalui atmosfer, tekstur suara, dan emosi.
Kehadiran FRESHLEMON menunjukkan bahwa skena musik independen Bogor masih memiliki ruang bagi munculnya warna-warna baru. Dengan eksplorasi musikal dan karakter yang cukup kuat sejak karya pertama, FRESHLEMON menjadi salah satu nama yang menarik untuk terus diikuti.
Bukan hanya tentang sebuah single, “Es Krim” menjadi penanda awal perjalanan FRESHLEMON dalam menemukan dan memperluas ruang kreatif mereka. Menarik untuk melihat ke mana warna musik tersebut akan berkembang pada karya-karya berikutnya.



