Apparatjik, menjelajahi personil berkepala kubus

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Sumber Foto: Wikipedia

Dentuman sound elektronik tahun 90an yang banyak terdengar di album perdana band supergroup yang berisikan bassist Guy Berryman dari Coldplay, guitarist/keyboardist Magne Furuholmen dari A-ha dan singer/guitarist Jonas Bjerre dari Mew ini membuat musiknya mengembalikan kita ke era tahun itu.

Band yang terbentuk pada tahun 2008 ini memang membuat saya banyak berekspektasi pada kemampuan jelajah musik para personilnya. Guy yang merupakan motor lagu-lagu pop Coldplay, Furuholmen yang berkontribusi besar di lagu “Take On Me” A-ha dengan unsur New Wave-nya, dan Jonas yang memiliki teknik bernyanyi dengan suara tinggi dan melankolis.

Mereka merilis album perdananya pada Tahun 2010 yang berjudul “We Are Here”, sebuah arogansi untuk menyatakan keberadaan mereka agar diakui. Album yang berisikan 11 lagu ditambah 3 bonus lagu ini memiliki daya tarik yang sangat luar biasa buat saya. Lagu “Deadbeat” contohnya, unsur 8-Bit yang sangat menonjol ditambah dengan suara khas Jonas membuat perasaan saya campur aduk saat mendengarkannya. Lagu “Supersonic Sound” dimulai dengan suara Guy di bagian verse yang mengingatkan kita akan Coldplay, sekali lagi mereka tidak melupakan sisipan-sisipan synthesizer yang menjadi ciri khas musik mereka. Bagian chorus yang diisi oleh suara Jonas menjadikan lagu ini lebih melankolis dan membuat dada sakit tersayat.

Band yang menutupi kepalanya dengan kubus bersiluet wajah masing-masing personil memang tidak hanya menjual kemampuan bermusiknya saja. Mereka meluncurkan sebuah proyek lingkungan yang berjudul agreeneryouniverse pada tanggal 11 Februari 2011. Proyek ini mengundang masyarakat diseluruh dunia untuk menanam pohon, mengambil fotonya dan mengunggahnya kedalam website mereka. 1000 orang pertama yang melakukan itu akan dihadiahkan lagu baru dari Apparatjik.

Artikel terkini..

Film